Kabupaten Morowali Masih Jadi Motor Utama
PALU, FILESULAWESI.COM – Realisasi investasi di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga semester I 2026, telah mencapai Rp68,70 triliun.
BACA JUGA: Akui Tunggakan Pajak Air Tanah Capai 40 M
Hal ini dikemukakan Kepala Dinas (Kadis) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulteng, Moh. Rifani, S.Sos, M.Si, saat ditemui oleh sejumlah awak media, di ruangannya, Rabu (9/9/2026) sore.
BACA JUGA: Pemkot Palu Tetapkan Syarat Pembuatan QR Code untuk Solar Subsidi
Kadis Rifani, mengatakan, Capaian tersebut menempatkan Sulawesi Tengah di posisi keempat secara nasional dengan kontribusi sekitar 6,8 persen terhadap total investasi nasional.
Nilai tersebut juga setara 73,17 persen dari target investasi Sulteng tahun 2026 sebesar Rp93,89 triliun.
Realisasi investasi Sulteng masih didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA), yang mencapai Rp64,73 triliun atau 94,23 persen. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp3,96 triliun atau 5,77 persen.
”Dari sisi wilayah, Kabupaten Morowali masih menjadi daerah dengan kontribusi investasi tertinggi di Sulawesi Tengah,” urai Rifani kepada redaksi Filesulawesi.com.
Investasi di daerah tersebut terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan dasar, pengembangan kawasan industri, serta pembangunan ekosistem baterai yang berkaitan dengan hilirisasi sumber daya mineral.
Ia melanjutkan, Pemrov Sulteng akan terus mendorong masuknya investasi, tidak hanya pada sektor pertambangan dan industri pengolahan, tetapi juga memperluas diversifikasi ke sektor-sektor lainnya.
Menurutnya, upaya tersebut dinilai penting agar pertumbuhan investasi tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi daerah, tetapi juga mampu memperkuat struktur perekonomian Sulteng secara lebih beragam.
Ke depan, pemerintah berharap investasi di sektor sumber daya mineral tetap berkembang seiring dengan proses hilirisasi.
Namun, tetap dibarengi dengan pengembangan sektor dasar dan sektor lainnya sehingga investasi dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Pertumbuhan investasi tersebut juga sejalan dengan kuatnya sektor industri pengolahan yang saat ini menjadi kontributor terbesar dalam struktur ekonomi Sulawesi Tengah.
Pada triwulan II 2026, industri pengolahan memberikan kontribusi 44,37 persen terhadap perekonomian Sulteng.
Olehnya itu, pihaknya optimistis mampu mencapai bahkan melampaui target investasi sebesar Rp93 triliun pada akhir tahun 2026.
Optimisme tersebut disampaikan menyusul realisasi investasi Sulawesi Tengah yang hingga semester I 2026 telah mencapai sekitar Rp68,70 triliun.
Realisasi tersebut merupakan akumulasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Memasuki semester kedua, Pemprov Sulteng terus mendorong percepatan realisasi investasi untuk mengejar sisa target yang telah ditetapkan.
“Jelas kita dorong untuk mencapai sisa target investasi tadi. Mengingat ini kan sudah masuk semester kedua, kita optimis target itu bisa kita capai,” ujar Kadis Rifani.
Menurutnya, capaian investasi yang sudah mendekati Rp70 triliun menjadi modal optimisme pemerintah untuk memenuhi target hingga penghujung tahun.
“Realisasi ini kan sudah hampir 70 persen. Mudah-mudahan di akhir tahun kita bisa capai target, bahkan bisa melampaui target kita,” kata Kados Rifani, diakhir penjelasan.zal







