PALU, FILESULAWESI.COM – Wartawan dengan inisial MZ dari media online di Kota Palu yakni Filesulawesi.com, mendapat intimidasi saat melakukan upaya konfirmasi ke pihak kampus Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu.
Peristiwa tersebut bermula tepat pada hari Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 14.00 siang hari, dimana wartawan berencana dan berniat menemui Ketua Panitia Pelaksana Wisuda, menanyai berkaitan dengan tindaklanjut atas berita sebelumnya yang sudah tayang tentang adanya kenaikan biaya wisuda yang mendapat keluhan dari mahasiswa akhir.
Kenaikan biaya wisuda yang menjadi topik pemberitaan dan keluhan dari mahasiswa akhir ialah Rp. 3,5 juta dari sebelumnya hanya Rp. 3,1 juta saja (tanpa ada pemberitahuan sebelumnya).
Lanjut cerita sebagaimana yang dialami oleh wartawan MZ, setiba di kampus STIA Pembangunan Palu, wartawan MZ sempat menanyakan kepada salah seorang pegawai di ruang bendahara.
Wartawan bertanya dengan maksud melakukan konfirmasi dan menanyakan apakah ada Ketua STIA Pembangunan Palu? dijawab langsung oleh pegawai tersebut bahwa Ketua ada di dalam hanya sedang dalam istirahat siang.
Lalu, kemudian wartawan MZ bertanya kembali dan menanyakan apakah ada Ketua Panitia Pelaksana Wisuda,? Jawaban yang disampaikan ialah belum datang. Begitu sebaliknya wartawan menanyakan kepala BAAK, pun demikian pegawai menjawab bahwa yang ditanyakan oleh wartawan belum ada ditempat.
Tak berselang lama pembahasan berhenti karena tiba-tiba Ketua STIA Pembangunan Palu Nasir Nasir Mangngasing, keluar dari ruangannya dan menemui awak media MZ dengan suara nada tinggi.
“Kenapa dimuat seperti itu kampus fiksi itu. Itu menjelek-jelekkan institusi. Kan sudah saya beri penjelasan saya tidak tahu, kenapa lagi dibuat-buat seperti itu,” ungkap Ketua STIA Pembangunan dengan nada tinggi.
Pertanyaan ketua STIA langsung disanggah watawan MZ dengan mengklarifikasi bahwa apa yang telah dimuat itu sudah sesuai dengan SOP sebagai wartawan.
Menurut wartawan dan disampaikan kepada Ketua STIA Pembangunan, bahwa berita yang telah dimuat satu hari sebelumnya merupakan produk jurnalis dan Ketua STIA Pembangunan Palu memberikan keterangan resmi di dalam pemberitaan tersebut.
“Saya telpon ketua tadi malam ini kan ketua tahu saya adalah wartawan. Saya memulai dengan memperkenalkan kepada ketua bahwa saya adalah wartawan untuk mengkonfirmasi terkait dengan adanya kenaikan biaya wisuda,” ungkap wartawan MZ.
“Ketua menjawab pertanyaan saya dan saya memuat di dalam berita sesuai yang ketua sampaikan kepada saya. Ada bukti rekamannya,” pinta wartawan kepada Ketua, namun Ketua tetap berkeras dan tetap bernada tinggi, bahwa tidak suka dengan pemberitaan yang dimuat sebelumnya.
Wartawan MZ pun hendak keluar dari ruangan dan menyudahi diskusi panas dengan Ketua STIA Pembangunan Palu dengan niat menunggu kedatangan Ketua Panitia Pelaksana Wisuda.
Namun ketika berada diluar, tanpa diduga ada pegawai kampus STIA Pembangunan Palu yang sudah menunggu wartawan MZ.
“Kamu media apa, dijawab sama wartawan MZ: saya media Filesulawesi.com. Okey, nanti saya ke AJI, sambung pegawai tersebut. Wartawan MZ langsung sahuti, bahwa ia bukan di AJI tetapi di PWI,” kata wartawan MZ menirukan ucapan pegawai kampus STIA Pembangunan.
Karena melihat suasana yang tidak kondusif jika berlama-lama di kampus STIA Pembangunan, niat wartawan MZ hendak beralih ke mobil dan pulang tiba-tiba dapat jegalan dari beberapa pegawai di kampus STIA Pembangunan.
Beberapa pegawai tersebut mengeluarkan kalimat yang tidak pantas dan diduga melakukan pengancaman kepada wartawan MZ.
Bukan itu saja, wartawan MZ yang sudah berada di dalam mobil disuruh, dipaksa untuk diminta keluar dari mobil. Akhirnya karena desakan pegawai tersebut maka wartawan MZ keluar dari dalam mobil.
Tanpak gerakan tangan dari salah satu pegawai kampus STIA pembangunan Palu hendak mau melakukan pemukulan (namun tidak terjadi) karena ada salah satu orang tua yang melarainya.
Orang tua tersebut menyuruh wartawan MZ untuk kembali naik ke dalam mobil dan segera keluar dari kampus STIA Pembangunan Palu.
Setiba di dalam mobil, tiba-tiba pegawai kampus STIA Pembangunan tadi marah dan memukul kaca mobil bagian kanan milik kendaraan wartawan MZ.zal










