Ingatkan Calon Penerima Beasiswa BERANI Cerdas Jangan Salah Pilih Jalur Pendaftaran

Koordinator Program Beasiswa BERANI Cerdas Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Sintia Dewi Mateka Momor. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

PALU, FILESULAWESI.COM – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah kembali mengingatkan calon penerima Beasiswa BERANI Cerdas agar memahami dengan baik kategori dan jalur pendaftaran yang tersedia.

BACA JUGA: Dukungan Warga untuk Awaludin For Kota Palu Terus Mengalir

Bacaan Lainnya
Syarifudin
Ismayadin Parigade

Hal ini menyusul masih banyaknya pertanyaan dari masyarakat terkait mekanisme dan persyaratan program bantuan pendidikan tersebut.

BACA JUGA: Malas Berulang-Ulang Bayar Pajak, Gerai KFC di Kota Palu Disegel

Koordinator Program Beasiswa BERANI Cerdas Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Sintia Dewi Mateka Momor, menjelaskan bahwa program Beasiswa BERANI Cerdas memiliki dua kategori utama, yakni jalur prestasi dan jalur afirmasi.

“Program Beasiswa BERANI Cerdas untuk bantuan biaya pendidikan memiliki dua kategori. Yang pertama kategori prestasi, terdiri dari prestasi akademik dan non akademik,” ujar Sintia kepada redaksi Filesulawesi.com, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, jalur prestasi akademik menggunakan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bagi mahasiswa aktif atau nilai rata-rata ijazah minimal 8,5 bagi mahasiswa baru. Sementara jalur non akademik diperuntukkan bagi peserta yang memiliki sertifikat prestasi yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah.

Prestasi yang dimaksud antara lain juara olahraga dan seni tingkat provinsi maupun nasional, Ketua OSIS, anggota Paskibraka tingkat provinsi dan nasional, juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dalam empat tahun terakhir, hingga penghafal Al-Qur’an minimal lima juz.

“Itu yang masuk kategori akademik dan non akademik,” jelasnya.

Selain jalur prestasi, tersedia pula jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu atau keluarga belum beruntung.

Menurut Sintia, hingga saat ini masih banyak pendaftar yang keliru saat memilih jalur pada aplikasi pendaftaran sehingga berpotensi memengaruhi proses verifikasi.

“Ini yang masih menjadi pertanyaan karena banyak yang salah pilih jalur ketika mengunggah berkas atau memilih kategori yang ada di dalam akun. Jadi, pastikan kalian tidak salah jalur,” tegas Sintia.

Terkait informasi yang beredar mengenai penutupan pengunggahan berkas bagi peserta jalur mandiri perguruan tinggi swasta, Sintia memastikan kabar tersebut tidak benar.

Ia menegaskan bahwa pendaftaran dan pengunggahan dokumen untuk mahasiswa aktif maupun mahasiswa baru, yang masuk melalui jalur tes di perguruan tinggi negeri maupun swasta masih tetap dibuka.

“Ada beberapa informasi di luar yang menyebutkan pengunggahan berkas untuk jalur mandiri tingkat swasta sudah ditutup. Itu tidak benar. Pendaftaran dan pengunggahan berkas masih tetap dibuka sampai saat ini,” katanya menekankan.

Hingga pertengahan Juni 2026, jumlah pendaftar Beasiswa BERANI Cerdas telah mencapai lebih dari 20 ribu mahasiswa dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah.

Sementara itu, Sintia juga memberikan penjelasan terkait bantuan biaya pendidikan jenjang S2, termasuk program profesi dan koas (koasisten).

Menurutnya, pendaftar program profesi dan koas harus memilih kategori bantuan biaya pendidikan pada jenjang S2 dalam aplikasi, bukan pada kategori S1.

“Untuk profesi dan koas itu masuk di kategori S2 bantuan biaya pendidikan. Jadi, jangan memilih S1 agar tidak salah saat mengisi aplikasi,” ujarnya mengingatkan.

Ia menambahkan, bantuan biaya pendidikan untuk jenjang S2 berbeda dengan S1 karena menggunakan sistem seleksi dan kuota. Oleh sebab itu, pihaknya tidak dapat menjamin seluruh pendaftar yang telah membayar biaya semester akan otomatis menerima bantuan.

“Karena berkaitan dengan kuota, kami tidak tahu siapa saja yang nantinya bisa mendapatkan bantuan biaya pendidikan untuk S2. Berbeda dengan S1, selama memenuhi persyaratan dari BERANI Cerdas dan pihak kampus, maka akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan karena tidak ada sistem kuota,” jelasnya.

Selain itu, anak Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap diperbolehkan mendaftar melalui jalur prestasi maupun jalur berbasis Indeks Prestasi Semester (IPS) sesuai ketentuan yang berlaku.

Sintia menambahkan, batas akhir pendaftaran Program Beasiswa BERANI Cerdas dijadwalkan berlangsung hingga November 2026 untuk menyesuaikan jadwal penerimaan mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi swasta.

“Batas akhir pendaftaran bantuan Beasiswa BERANI Cerdas pada bulan November karena menyesuaikan dengan perguruan tinggi swasta,” tutupnya.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *