Ahmad Ali Center Fokus pada Misi Kemanusiaan, Bukan Kendaraan Politik

Pendiri sekaligus pembina Ahmad Ali Center (AAC), Ahmad Ali. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

Hidayat Lamakarate sebagai Calon Gubernur pada tahun 2029

​PALU, FILESULAWESI.COM – Pendiri sekaligus pembina Ahmad Ali Center (AAC), Ahmad Ali, menegaskan kembali komitmen dan arah perjuangan lembaga yang didirikannya sejak tahun 2018 tersebut.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: IKM Sulteng Gandeng Bank Sulteng Gelar Pelatihan UMKM

Dalam sebuah acara deklarasi dan silaturahmi yang dihadiri jajaran Forkopimda, perwakilan KPU dan Bawaslu, serta para relawan kemanusiaan, Ahmad Ali menekankan bahwa AAC kini sepenuhnya didedikasikan untuk gerakan kemanusiaan, bukan untuk kepentingan politik praktis.

BACA JUGA: Pelaku Usaha Asal Minang Dibekali Strategi Bisnis Berusaha dan Pengelolaan Keuangan

Melembagakan Gerakan Kemanusiaan

​Dalam pidatonya, Ahmad Ali mengungkapkan keinginannya untuk melembagakan Ahmad Ali Center menjadi sebuah yayasan resmi yang berfokus pada kesejahteraan sosial masyarakat Sulawesi Tengah.

​”Hari ini saya ingin melembagakan secara hukum, bahwa Ahmad Ali Center tidak lahir hanya untuk kepentingan politik. Saya mau Ahmad Ali Center bisa menjadi wadah perjuangan kemanusiaan untuk masyarakat Sulawesi Tengah,” ujar Ahmad Ali di hadapan ratusan simpatisan yang hadir.

​Ia meminta Hidayat Lamakarate bersama fungsionaris lainnya seperti Baharuddin untuk menyusun kepengurusan yayasan yang lebih terstruktur. Hal ini bertujuan agar program-program sosial yang dijalankan dapat lebih terlembaga dan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.

Bukan untuk Menggembosi Partai Lain

​Menanggapi isu miring yang menyebut bahwa deklarasi ini merupakan langkah untuk mengerdilkan atau menggembosi partai politik tertentu, Ahmad Ali membantah hal tersebut dengan tegas.

​Ia menyatakan bahwa kehadiran AAC tidak dirancang untuk menyaingi partai politik mana pun. Sebagai bukti, ia menunjuk bahwa hampir tidak ada pengurus aktif dari partai politik lain yang hadir dalam deklarasi tersebut, melainkan para pejuang kemanusiaan dan simpatisan lama yang setia.

​”Ahmad Ali Center tidak pernah berniat, tidak punya keinginan untuk mengganggu partai tertentu. Kami hadir murni untuk melayani kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Evaluasi Pemimpin Sulawesi Tengah

​Ahmad Ali juga menyoroti peta kepemimpinan di Sulawesi Tengah saat ini. Ia mengajak masyarakat untuk bersikap objektif dalam mengevaluasi kinerja pemerintah daerah di akhir masa jabatannya nanti.

​Menurutnya, jika pemimpin saat ini berhasil mewujudkan janji-janji politiknya dan melayani masyarakat dengan baik, maka tidak ada alasan untuk mencari tandingan. Namun, jika sebaliknya, ia menegaskan kesiapannya untuk mendorong figur baru demi kesejahteraan rakyat Sulawesi Tengah.

​”Jika di akhir kepemimpinan mereka ternyata kurang memberikan manfaat, saya pastikan kita akan memajukan Hidayat Lamakarate sebagai calon Gubernur pada tahun 2029,” tegasnya yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Komitmen Berbagi Tanpa Batas

​Di akhir pidatonya, Ahmad Ali menyatakan komitmen pribadinya untuk menyisihkan sebagian rezeki demi menyokong operasional yayasan ini ke depan, khususnya untuk program pendidikan anak-anak kurang mampu dan bantuan sosial rutin setiap tiga bulan sekali di seluruh kabupaten di Sulawesi Tengah.

​Ia juga berpesan kepada seluruh relawan untuk selalu menjaga ketulusan hati dalam menjalankan misi sosial ini. “Jangan pernah merasa terluka atau ditinggalkan ketika melakukan kerja sosial. Apa yang kita bagikan sesungguhnya titipan Allah untuk mereka yang membutuhkan,” pungkasnya.

​Acara kemudian ditutup dengan penyerahan plakat penghargaan dari Ahmad Ali Center kepada para tamu undangan, termasuk perwakilan Kapolda, KPU, dan Bawaslu Sulawesi Tengah.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *