Perkuat Daya Saing Pelaku Usaha di Era Digital
PALU, FILESULAWESI.COM – Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Bank Sulteng menggelar Pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha di era digital.
BACA JUGA: Pelaku Usaha Asal Minang Dibekali Strategi Bisnis Berusaha dan Pengelolaan Keuangan
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (18–19 Juli 2026), dipusatkan di Rumah Gadang, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah dan diikuti 80 pelaku UMKM asal Minang dari berbagai sektor usaha.
BACA JUGA: Dinas Perkimtan Sulteng Luncurkan Program BERANI MOSIBAGI
Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber dengan materi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan para pelaku usaha. Di antaranya, Strategi Pengembangan UMKM di Era Digital yang disampaikan Rohani Datumusu, Legalitas Usaha dan Sertifikasi Produk UMKM oleh Ridwan, Sosialisasi Produk Bank BRI untuk Bantuan Modal Usaha UMKM dan CSR oleh Budi Prastiyanto, Manajemen Pengelolaan Keuangan Sederhana untuk UMKM oleh Dr. Muhammad Din, serta Desain Kemasan dan Packaging Produk UMKM oleh Mohammad Fahmi.
Pemimpin Divisi Kredit Bank Sulteng, Ansarullah, mengatakan keikutsertaan Bank Sulteng dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM di Sulawesi Tengah.
“Kolaborasi dan sinergi seperti ini sangat kami harapkan. Sejak dulu hingga sekarang, Bank Sulteng selalu memberikan dukungan penuh kepada para pelaku UMKM karena sektor ini merupakan salah satu pilar penting perekonomian daerah,” ujar Ansarullah kepada redaksi Filesulawesi.com.
Menurutnya, kekuatan ekonomi Sulawesi Tengah tidak terlepas dari kokohnya sektor UMKM. Karena itu, peningkatan kapasitas pelaku usaha menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ansarullah mengingatkan, bahwa saat krisis moneter tahun 1998, sektor UMKM terbukti mampu bertahan dan menjadi penopang perekonomian nasional ketika banyak sektor lain mengalami tekanan.
“Kita pernah diterpa krisis moneter tahun 1998, dan yang mampu bertahan adalah UMKM. Karena itu, Bank Sulteng ingin selalu hadir mendampingi dan memberikan dukungan kepada para pelaku usaha,” katanya.
Ia menegaskan, Bank Sulteng akan terus membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat dan pelaku UMKM melalui berbagai program pembiayaan maupun pendampingan usaha.
“Bank Sulteng selalu membuka pintu bagi para pelaku UMKM. Kami siap berkolaborasi untuk bersama-sama memajukan perekonomian Sulawesi Tengah melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah,” pungkasnya.zal






