SMPN 2 Palu Jadi Sekolah Kandidat Rujukan Google 2026

Kepala SMPN 2 Palu Erik Ruben. FOTO: Mohammad Rizal/ Filesulawesi.com

Erik Ruben: Perkuat Pembelajaran Berbasis Digital

PALU, FILESULAWESI.COM – SMP Negeri 2 Palu dipercayakan sebagai sekolah kandidat rujukan Google tahun 2026. Sekolah yang dipimpin Erik Ruben, S.Pd, M.Pd, itu menjadi sekolah setingkat SMP pertama di Kota Palu, yang memperoleh sertifikat kandidat rujukan Google.

Bacaan Lainnya
Kepala Dinas Sosial Kota Palu
PDAM Uwe Lino Kabupaten Donggala
Relaksasi PBB-P2
Plt Kabag Kesra Setda Kota Palu
PLT Kepala SMKN 2 Palu

BACA JUGA: Serah Terima Aset Apliksasi SanguPalu Dipertanyakan

Kepada sejumlah awak media, Kepala SMPN 2 Palu Erik Ruben menjelaskan, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi sekolah kandidat rujukan Google. Diantaranya minimal 40 persen guru memiliki sertifikat Google dan Gemini serta menerapkan pembelajaran berbasis digital di dalam kelas.

BACA JUGA: Gerai KDMP Petobo Jadi Percontohan Nasional dan Sulteng, Pemprov Dorong Segera Beroperasi

“Hampir semua guru di SMPN 2 Palu itu sudah menggunakan teknologi, terutama dalam interaksi pembelajaran di dalam kelas,” ujar Erik Ruben kepada redaksi Filesulawesi.com di ruang kerjanya, Kamis (17/9/2026) siang.

Menurutnya, keberhasilan SMPN 2 Palu menjadi kandidat sekolah rujukan Google tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi seluruh guru, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, serta Pemerintah Kota Palu dalam pemenuhan fasilitas pembelajaran.

Salah satu dukungan tersebut berupa bantuan 60 unit Chromebook dari Disdikbud Kota Palu. Dengan fasilitas tersebut, SMPN 2 Palu menjadi sekolah pertama dari 54 sekolah setingkat SMP di Kota Palu yang dipercaya mengikuti program kandidat sekolah rujukan Google.

“Tentu dalam penerapan pembelajaran digital lebih dimaksimalkan lagi. Karena konsep dari kandidat sekolah rujukan Google itu bagaimana guru-guru lebih maksimal menggunakan perangkat digital di dalam sekolah,” jelas Erik Ruben menjelaskan.

Erik berharap, penerapan digitalisasi tidak hanya terbatas pada proses pembelajaran, tetapi juga merambah pengelolaan administrasi sekolah.

“Harapan kami di SMPN 2 Palu nanti bukan hanya pembelajaran, akan tetapi pengelolaan administrasi juga sudah berbasis digital. Seperti di perpustakaan, tata usaha, bahkan wali-wali kelas sudah menggunakan absen yang berbasis digital,” tambahnya.

Kemudian Ia menilai, keberadaan SMPN 2 Palu sebagai kandidat sekolah rujukan Google memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan, khususnya dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses belajar mengajar.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi memungkinkan pembelajaran berlangsung lebih fleksibel, termasuk bagi siswa yang mengalami kendala untuk mengikuti pembelajaran secara langsung di kelas.

“Misalnya anak-anak yang terkendala belajar di dalam kelas akibat sakit, maka bisa dilakukan pembelajaran dari rumah by system,” katanya.

Selain itu, penggunaan teknologi juga membantu siswa dalam mengeksplorasi berbagai materi pembelajaran yang tidak hanya bersumber dari buku teks, tetapi juga dari internet dan sumber digital lainnya yang relevan.

“Melalui penggunaan teknologi ini juga sangat membantu para siswa dalam mengeksplorasi materi-materi yang bukan hanya bersumber dari buku. Akan tetapi bisa diperoleh dari internet dan sumber lain yang dapat mendukung pembelajaran,” ungkap Erik menambahkan.

Saat ini, SMPN 2 Palu memiliki sebanyak 1.146 siswa yang tersebar dari kelas VII hingga kelas IX. Sementara jumlah tenaga pendidik mencapai 68 orang guru dan sembilan tenaga tata usaha.

Di akhir keterangannya, Erik Ruben menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) yang terus mendorong percepatan peningkatan mutu pendidikan di Kota Palu.

Ia menyebut, berbagai terobosan yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam proses pendidikan.

“Terus melakukan terobosan di sekolah-sekolah, sehingga sekolah terus melakukan kreativitas dan inovasi untuk menggenjot percepatan perbaikan pendidikan, baik di dalam sekolah maupun pendidikan di Kota Palu pada umumnya,” pungkasnya.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *