Perempuan PGRI Sulteng Dorong Guru Perempuan Berkarya Lewat Antologi Puisi

Webinar dengan tema Gerakan Guru Menulis 2026. Pilar pendidikan penjaga peradaban, Rabu (9/9/2026). FOTO: IST

PALU, FILESULAWESI.COM – Pengurus Perempuan PGRI Provinsi Sulawesi Tengah mengelar Webinar dengan tema Gerakan Guru Menulis 2026. Pilar pendidikan penjaga peradaban, Rabu (9/9/2026).

BACA JUGA: Polresta Palu Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu

Bacaan Lainnya

‎Ketua PGRI Sulteng Syam Zaini, S.Pd, M.Si, dipercaya membuka pelaksanaan Webinar, dan Narasumber pelaksanaan Webinar ialah Dr. Agustan T Syam, S.Pd, M.Pd. Sementara untuk moderator pada pelaksanaan Webinar ialah Suprihatin Ngurawan, S.Pd, M.Si, merupakan Pengurus Perempuan PGRI Sulteng.

BACA JUGA: Polda Sulteng Dukung Diskominfosantik Perkuat Literasi Informasi di Ruang Digital

‎Ketua Perempuan PGRI Provinsi Sulawesi Tengah, Nurhayati Nadra, S.Pd, M.Pd, kepada awak media ini menjelaskan, agar mendorong guru perempuan di seluruh jenjang pendidikan untuk aktif berkarya melalui kegiatan menulis puisi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui webinar yang digelar dalam rangka menyambut Bulan Bahasa dan Sastra.

‎Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi guru perempuan untuk mengembangkan kreativitas dan budaya literasi melalui penerbitan buku antologi puisi Perempuan PGRI Sulawesi Tengah.

‎Kegiatan Webinar ini mengangkat tema “Gerakan Pendidikan, Penjaga Peradaban”. Webinar ini terbuka bagi guru perempuan di semua jenjang pendidikan, mulai dari TK, RA, SD, SMP, hingga SMA/MA/SMK.

‎”Bulan Bahasa dan Sastra yang diperingati pada Oktober memiliki kaitan erat dengan semangat Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, khususnya dalam memperkuat kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan,” kata Ketua Nurhayati Nadra.

‎“Dalam konteks pendidikan modern, Bulan Bahasa bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali ekosistem literasi dan memberikan ruang aktualisasi serta kreativitas menulis, khususnya bagi perempuan,” ujarnya menambahkan.

‎Selanjutnya, Antologi puisi tersebut nantinya akan memuat karya-karya guru perempuan PGRI Sulteng dengan sejumlah subtema.
‎Subtema pertama yakni “Jejak di Pelosok dan Lampu”, yang mengangkat kisah inspiratif, suka duka, serta ketangguhan guru perempuan yang mengabdi di daerah terpencil dan terluar.

Subtema kedua, “Berbagi Ilmu di Dunia Digital”, berisi refleksi mengenai tantangan dan adaptasi pembelajaran di tengah perkembangan teknologi dan arus modernisasi.

Kemudian subtema ketiga, “Doa dan Harapan untuk Anak Didik”, yang mengangkat curahan hati, kegelisahan, serta harapan seorang pendidik terhadap masa depan anak didiknya.

‎Sementara subtema keempat, “Suara Perempuan Pendidik”, menyoroti literasi, dedikasi, dan inspirasi dari sudut pandang perempuan yang berprofesi sebagai pendidik.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, petunjuk teknis (juknis) telah disampaikan kepada seluruh pengurus PGRI di 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.

Juknis tersebut mencakup persyaratan, format penulisan, hingga mekanisme pengiriman naskah.

Setelah tahap sosialisasi, panitia akan membuka penerimaan naskah dari para guru perempuan. Naskah yang masuk selanjutnya akan melalui sejumlah tahapan, mulai dari kurasi, editing, layout, pengurusan ISBN, hingga proses pencetakan buku.

‎Proses kurasi nantinya dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi di bidang kepenulisan dan sastra sehingga karya yang diterbitkan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

“Buku antologi puisi Perempuan PGRI Sulawesi Tengah ditargetkan dapat diluncurkan pada momentum 28 Oktober, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda sekaligus momentum Bulan Bahasa dan Sastra,” jelas Ati, panggilan Ketua Perempuan PGRI Sulteng.

Melalui kegiatan ini, Pihaknya berharap, semakin banyak guru perempuan yang berani menuangkan pengalaman, gagasan, harapan, dan pengabdiannya dalam bentuk karya sastra.

Gerakan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan sebuah buku antologi puisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi serta memberikan ruang bagi perempuan pendidik untuk menunjukkan kreativitas dan kontribusinya dalam dunia pendidikan.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *