PALU, FILESULAWESI.COM – Fenomena pengemis anak masih ditemukan di sejumlah titik di Kota Palu, Sulawesi Tengah, meski upaya penertiban rutin dilakukan oleh pemerintah setempat.
BACA JUGA: IPM Kota Palu Tertinggi di Sulteng, Ada Peran dari Sektor Pendidikan
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palu terus berkolaborasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam melakukan penertiban gelandangan dan pengemis. Namun, di lapangan masih kerap ditemukan anak-anak yang diduga dipekerjakan untuk meminta-minta.
BACA JUGA: Delegasi Sulteng Ikuti Konkernas PGRI di Jakarta, Bawa Isu Strategis Guru hingga Tuan Rumah 2027
Kepada sejumlah awak media, Kepala Dinsos Kota Palu, Susik, mengakui kondisi tersebut masih terjadi meskipun berbagai langkah penanganan telah dilakukan.
“Setelah penertiban, kami tetap memberikan atensi kepada anak-anak yang menjadi pengemis atau yang diduga dipekerjakan di jalanan,” urainya kepada redaksi Filesulawesi.com, Selasa (14/4/2026) kemarin.
Ia bahkan mengungkapkan, dirinya beberapa kali turun langsung bersama Satpol-PP dan menemukan praktik tersebut masih berlangsung.
“Saya sendiri beberapa kali turun ke lapangan bersama Satpol-PP dan menemukan ada anak-anak yang diduga dipekerjakan untuk meminta-minta,” katanya.
Temuan terbaru terjadi di kawasan Alfamidi Jalan Veteran, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore. Dalam operasi tersebut, petugas mendapati pengemis anak di sekitar lokasi.
Namun, anak-anak tersebut tidak bersedia memberikan informasi terkait siapa yang mengantar mereka ke lokasi tersebut.
“Dua hari lalu kami temukan di Alfamidi Veteran. Mereka tidak mau menyebutkan siapa yang mengantar,” jelasnya.
Saat ini, Dinsos Kota Palu tengah menelusuri dugaan adanya pihak yang memanfaatkan anak-anak sebagai sarana untuk mencari keuntungan.
“Tim kami akan terus mencari siapa sebenarnya yang berada di balik ini,” tegas Susik.
Ia menambahkan, praktik tersebut tidak hanya melanggar hak anak, tetapi juga berpotensi merusak wajah Kota Palu sebagai daerah yang terus berupaya menata persoalan sosial.
Untuk itu, Susik mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam penanganan masalah tersebut.
“Ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Sosial, tetapi tanggung jawab kita bersama agar penanganannya bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.zal








