Pengurus Inti DPW Partai Nasdem Sulteng Resmi Mengundurkan Diri dari Kepengurusan

Kantor DPW PARTAI Nasdem Sulteng berlokasi di pusat ibu Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. FOTO: IST

PALU, FILESULAWESI.COM – Sejumlah pengurus inti Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Tengah dikabarkan mengajukan pengunduran diri di tengah mencuatnya dinamika politik pasca kehadiran sejumlah kader dalam kegiatan pengukuhan Ahmad Ali Center (AAC).

BACA JUGA: WOM Finance Bantah Tarik Kendaraan Secara Sepihak

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun oleh tim media menyebutkan, surat pengunduran diri diserahkan ke Kantor DPW Partai NasDem Sulawesi Tengah pada Senin (3/8/2026).

BACA JUGA: STIA Panca Marga Palu Bakal Gelar Ekspo 25-29 Agustus 2026

Para pengurus disebut merasa harga diri mereka tercederai setelah muncul anggapan bahwa mereka tidak lagi menjadi bagian dari Partai NasDem hanya karena menghadiri kegiatan AAC.

Enam pengurus yang disebut mengundurkan diri masing-masing adalah Ferry Anwar selaku Sekretaris DPW, Moh. Fahruddin Yunus (Bendahara DPW), Hadijah Hanamah (Wakil Bendahara Pengelolaan Dana dan Aset), Masrifan Ranroe Muchsen (Wakil Ketua Bidang Hubungan Legislatif), Viktor (Wakil Ketua Bidang Digital dan Siber), serta Salahuddin (Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik).

Menanggapi kabar tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPW Partai NasDem Sulawesi Tengah, Arman, membenarkan adanya kader dan pengurus yang menyatakan mundur.

Namun, ia meluruskan bahwa informasi mengenai enam pengurus yang telah resmi mengundurkan diri belum sepenuhnya benar.

“Dari enam orang yang diberitakan mengundurkan diri, baru empat orang yang secara tegas menyatakan mundur.
Dua orang menyampaikan pengunduran diri melalui surat tertulis, sedangkan dua lainnya menyatakan mundur melalui pernyataan di grup WhatsApp,” ujar Arman saat dikonfirmasi tim media, Senin (3/8/2026) sore.

Arman menegaskan, pada prinsipnya DPW Partai NasDem menghormati keputusan setiap kader dalam menentukan pilihan politiknya.

“Pada prinsipnya, keputusan setiap orang terkait pilihan politiknya harus dihormati,” katanya.

Menurut Arman, dinamika seperti ini merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan partai politik. Setiap kader, kata dia, memiliki hak politik untuk menentukan sikap, baik memilih bergabung dengan partai lain maupun beristirahat dari aktivitas politik.

Sementara itu, gelombang pengunduran diri tersebut diperkirakan masih berpotensi berkembang. Sejumlah kader lain dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah serupa, meski informasi tersebut masih dalam penelusuran dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Perkembangan ini dinilai menjadi ujian bagi konsolidasi internal Partai NasDem Sulawesi Tengah menjelang agenda politik berikutnya.

Di sisi lain, dinamika tersebut juga mencerminkan adanya pergeseran konfigurasi politik di tingkat daerah setelah kemunculan Ahmad Ali Center (AAC), yang belakangan disebut menjadi magnet baru bagi sejumlah tokoh politik di Sulawesi Tengah.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *