Keunggulan Veloz Hybrid, Hemat BBM hingga 50 Persen
PALU, FILESULAWESI.COM – Toyota Veloz Hybrid semakin diminati masyarakat sepanjang 2026. Kehadiran teknologi hybrid yang menawarkan efisiensi bahan bakar menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen, termasuk di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
BACA JUGA: Gugatan Cerai Tak Kunjung Tuntas, Kuasa Hukum F Berencana Surati Pangdam
Hal ini disampaikan Kepala Cabang (Kacab) Kalla Toyota Palu Juanda, Risal Nurdin, kepada sejumlah awak media, saat ditemui disela-sela event di Kafe Tanaris, Kota Palu, Sabtu (24/10/2026) sore.
BACA JUGA: Tagih Tunggakan Pajak Kendaraan hingga ke Rumah Wajib Pajak
Kacab Risal Nurdin mengatakan, Veloz Hybrid menjadi salah satu produk yang mengalami peningkatan popularitas di pasar otomotif tahun ini.
Menurutnya, teknologi hybrid pada Toyota sebenarnya bukan hal baru. Namun, dalam perkembangannya, teknologi tersebut kini semakin menjangkau segmen pasar yang lebih luas, tidak lagi terbatas pada kendaraan kelas premium.
“Memang Veloz semenjak diluncurkan itu menjadi game changer di Toyota. Bukan hanya di Toyota, sesungguhnya juga di semua merek otomotif yang ada di Indonesia,” ujar Risal Nurdin kepada Filesulawesi.com.
Ia menjelaskan, pemasaran Veloz Hybrid pada tahun ini terlihat semakin masif dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut turut mendorong peningkatan penjualan kendaraan hybrid di pasar otomotif.
Jika melihat kontribusi penjualan Veloz terhadap pasar otomotif di wilayah Palu, Risal menyebut angkanya berada di kisaran 7 hingga 8 persen. Sementara itu, jumlah penjualan kendaraan di pasar Kota Palu diperkirakan mencapai sekitar 1.600 unit.
“Kalau berbicara data, melihat dari kontribusi penjualan Veloz terhadap pasar, kurang lebih bermain di angka 7 atau 8 persen, dengan posisi pasar di wilayah Kota Palu sekitar 1.600 unit yang terjual,” jelasnya.
Kacab Risal menambahkan, selain Veloz Hybrid, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid juga menjadi salah satu kendaraan yang diminati masyarakat. Kedua model tersebut dinilai memiliki pangsa pasar yang cukup besar di Indonesia, termasuk di Kota Palu.
“Yang paling banyak diminati saat ini oleh masyarakat ialah hybrid Veloz dan Zenix. Ini yang paling diminati karena pangsa pasarnya besar di Indonesia, termasuk di Kota Palu,” sambungnya.
Ia juga menyebut, Kota Palu menjadi salah satu wilayah dengan jumlah konsumen Veloz Hybrid yang cukup besar dibandingkan sejumlah daerah kabupaten di Sulawesi Tengah. Sementara di Kabupaten Morowali, pasar kendaraan lebih banyak dipengaruhi kebutuhan sektor pertambangan.
Hemat Bahan Bakar Jadi Keunggulan
Menurut Kacab Risal, salah satu keunggulan utama kendaraan hybrid Toyota terletak pada efisiensi penggunaan bahan bakar. Teknologi ini memadukan mesin berbahan bakar dengan motor listrik untuk mendukung kinerja kendaraan.
Dengan kombinasi teknologi tersebut, penggunaan bahan bakar diklaim dapat lebih hemat dibandingkan kendaraan konvensional, bergantung pada kondisi jalan dan pola berkendara.
“Kalau berbicara keunggulan Toyota Hybrid, yang paling mudah dilihat ialah dari sisi bahan bakar. Toyota Hybrid sangat hemat karena teknologinya mengombinasikan bahan bakar dengan listrik,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, apabila seorang pengguna kendaraan konvensional menghabiskan sekitar Rp1 juta untuk membeli bahan bakar setiap bulan, penggunaan Veloz Hybrid menurut estimasinya berpotensi menghemat pengeluaran hingga sekitar 50 persen.
Dengan demikian, pengeluaran bahan bakar yang sebelumnya mencapai Rp1 juta per bulan berpotensi berkurang menjadi sekitar Rp500 ribu, meskipun hasil sebenarnya bergantung pada jarak tempuh, kondisi lalu lintas, dan cara berkendara.
“Yang tadinya mungkin mengisi bahan bakar full harus dua atau tiga kali dalam satu bulan, kalau menggunakan hybrid, bisa lebih hemat,” jelas Risal.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan hasil riset majalah otomotif yang dirujuknya, konsumsi bahan bakar Veloz Hybrid disebut mampu mencapai 28,9 kilometer per liter.
Meski demikian, angka konsumsi bahan bakar tersebut dapat berbeda dalam penggunaan sehari-hari, bergantung pada kondisi kendaraan, rute perjalanan, beban, dan gaya berkendara.
Meningkatnya minat terhadap kendaraan hybrid, lanjut Risal, menunjukkan bahwa efisiensi bahan bakar menjadi salah satu pertimbangan masyarakat dalam memilih kendaraan di tengah kebutuhan mobilitas yang terus berkembang.zal








