Direktur RSUD Undata Palu, dr Jumriani
PALU, FILESULAWESI.COM – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu, dr Jumriani, memberikan penjelasan terkait keluhan awak media yang mengaku kesulitan menemuinya untuk memperoleh keterangan resmi mengenai pelayanan di rumah sakit undata Palu.
BACA JUGA: Wakil Ketua MPR RI Calon Tunggal Ketum PSSI Sulteng
Persoalan itu mencuat dalam sesi tanya jawab pada konferensi pers yang digelar pihak RSUD Undata Palu, Selasa (3/11/2026). Salah satu pertanyaan yang disampaikan awak media menyoroti sulitnya mendapatkan akses untuk bertemu langsung dengan direktur, baik melalui komunikasi WhatsApp maupun saat mendatangi di ruang kerjanya.
BACA JUGA: Reses Alfian Chaniago di Tanamodindi, Warga Usulkan Sumur Suntik Atasi Krisis Air
Salah seorang awak media mengungkapkan, pesan WhatsApp yang dikirimkan kepada direktur kerap mendapat jawaban bahwa dirinya sedang mengikuti rapat, menghadiri pertemuan, atau memiliki kesibukan lainnya.
Selain itu, ketika hendak menemui direktur di ruang kerjanya, awak media mengaku kerap ditanya petugas jaga (tepat di depan pintu ruang kerja direktur), apakah telah membuat janji terlebih dahulu. Jika belum, mereka biasanya mendapat informasi bahwa direktur masih memiliki kegiatan lain.
Menanggapi hal tersebut, dr Jumriani menyampaikan permohonan maaf apabila belum dapat membalas seluruh pesan yang masuk dari awak media.
Ia menjelaskan, banyaknya pesan WhatsApp yang diterima setiap hari membuat dirinya harus menentukan pesan mana yang dapat segera ditanggapi.
“Saya minta maaf kalau tidak semua media yang WA sama saya, saya balas satu-satu. Karena dengan kesibukan yang saya hadapi saat ini, banyak sekali sudah pesan WA yang baku tindis, karena sudah banyak sekali WA yang masuk,” kata Jumriani kepada redaksi Filesulawesi.com, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, pesan yang masuk bukan hanya berasal dari wartawan, tetapi juga dari berbagai kalangan yang membutuhkan bantuan terkait pelayanan rumah sakit.
Ia mencontohkan, ada masyarakat yang menghubunginya untuk meminta bantuan mendapatkan kamar perawatan hingga pasien atau keluarganya yang berharap proses pelayanan dapat dipercepat.
“Banyak sekali, mulai dari wartawan, teman-teman yang lain. Ada yang minta tolong minta kamar, dari pasien minta tolong untuk cepat pelayanan, maka banyak sekali WA yang masuk,” ungkapnya.
Jumriani kembali menyampaikan permohonan maaf karena tidak semua pesan dapat dibalas satu per satu. Ia mengatakan biasanya memberikan perhatian terhadap pesan yang terlihat saat membuka WhatsApp.
“Dan saya minta maaf kalau tidak semuanya saya bisa jawab. Begitu saya buka WA dan ada di depan saya, maka itu yang saya atensi atau balas,” jelasnya.
Klaim Terus Lakukan Perbaikan Pelayanan
Di tengah sorotan mengenai akses komunikasi dengan direktur, Jumriani menegaskan bahwa dirinya bersama jajaran manajemen RSUD Undata Palu terus melakukan pembenahan terhadap pelayanan rumah sakit.
Ia menyebut berbagai masukan dan saran yang disampaikan kepada pihak manajemen menjadi perhatian untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Setiap hari saya lakukan perbaikan, saya tidak ingin memperpanjang lebar. Mungkin bisa ditanyakan kepada pasien yang ada sekarang, bagaimana kami melakukan pelayanan kepada pasien yang masuk di Rumah Sakit Undata,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Jumriani sebagai tanggapan atas pertanyaan awak media mengenai kesulitan memperoleh akses wawancara dan keterangan resmi dari pimpinan rumah sakit.
Persoalan akses komunikasi dengan pejabat rumah sakit menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar awak media dapat memperoleh informasi secara akurat, sekaligus membantu masyarakat mengetahui perkembangan pelayanan kesehatan di RSUD Undata Palu.zal









