Kadis Pendidikan Sulteng: Program BERANI CERDAS Amanat Undang-Undang Dasar 1945

Kepala Dinas Pendidikan, Drs. H. Firmanza DP, SH, M.Si. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

PALU, FILESULAWESI.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Kepala Dinas Pendidikan, Drs. H. Firmanza DP, SH, M.Si, menegaskan bahwa program BERANI Cerdas tetap menjadi prioritas pemerintah daerah dan tidak layak untuk dihentikan.

BACA JUGA: Tenaga Honorer Non Database di Dinas Koperasi dan UMKM Sulteng Berhenti Sejak Januari 2026

Bacaan Lainnya
Kepala DPMPTSP Sulteng
Dr. H. Ahmad Hasni, M.Pd.I
Hari Paskah Nasional

Hal itu disampaikan Firmanza kepada sejumlah awak media, dalam menanggapi pandangan sejumlah pihak terkait pelaksanaan program BERANI Cerdas yang saat ini tengah berjalan.

BACA JUGA: SMK Negeri 3 Palu Buka Pendaftaran Penerimaan Siswa Baru Mulai Tanggal 4 Mei 2026

Menurutnya, program tersebut telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan merupakan bagian dari kontrak politik Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah kepada masyarakat.

“Insya Allah biaya semester mahasiswa penerima manfaat akan dibayar Pemprov Sulteng sesuai ketentuan dan syarat-syaratnya. Kita terima apa yang menjadi masukan dari masyarakat terkait evaluasi program BERANI Cerdas, namun untuk hentikan BERANI Cerdas, janganlah,” ujar Firmanza kepada redaksi filesulawesi.com, Rabu (29/4/2026) siang.

Ia menjelaskan, penggunaan anggaran program tersebut terus diawasi secara ketat oleh berbagai lembaga pengawasan, mulai dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), BPKP, Inspektorat hingga DPRD Sulawesi Tengah.

“Penggunaan anggaran juga kami terus diawasi, diaudit sama BPK, ada hasil audit BPK. BPKP juga masuk, Inspektorat juga masuk, artinya tiap hari kita diperiksa untuk pertanggungjawaban dana BERANI Cerdas. Begitu juga sebaliknya dari DPRD selalu awasi kita,” katanya menjelaskan.

Firmanza menambahkan, apabila ditemukan persoalan di lapangan, pihaknya akan segera mengambil langkah penanganan.

“Di lapangan jika ada masalah tentu kita juga langsung ambil tindakan,” tegasnya.

Ia menilai, program BERANI Cerdas sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, Firmanza mengungkapkan bahwa Pemprov Sulteng tahun 2026 semester genap telah dibayarkan kurang lebih 20.000 mahasiswa dengan nilai 65 miliar. Sementara tahun lalu sebanyak 23.568 mahasiswa penerima manfaat dengan nilai 84 miliar rupiah.

Tahun ini, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp260 miliar untuk membiayai seluruh penerima lama maupun pendaftar baru.

“Sekarang kita buka pendaftaran baru lagi sebanyak 13.242 calon penerima manfaat, termasuk mahasiswa S2 sebanyak 100 orang, S3 sebanyak 20 orang, serta spesialis 10 orang,” ungkap Kadis Pendidikan.

“Jumlah 20 ribuan mahasiswa yang sudah kita bayarkan tersebut butuh biaya Rp65 miliar. Tahun ini kita butuh anggaran sekitar Rp260-an miliar untuk membiayai semuanya,” pungkasnya.

Program Berani CERDAS, sejauh ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sulawesi Tengah.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *