Dampak Zonasi dan Pascabencana, Pendaftar SPMB di SMPN 15 Palu Belum Penuhi Kuota

Kepala SMP Negeri 15 Palu, Hilmi, S.Pd, M.Pd. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

PALU, FILESULAWESI.COM – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di SMP Negeri 15 Palu, hingga Sabtu (27/6/2026), belum memenuhi kuota yang telah ditetapkan.

BACA JUGA: Diapit Sekolah Favorit, SMPN 14 Palu Tetap Percaya Diri Sambut Siswa Baru

Bacaan Lainnya
Syarifudin
Ismayadin Parigade

Dari target penerimaan sebanyak 224 siswa atau tujuh Rombongan Belajar (Rombel), jumlah pendaftar sementara baru mencapai 129 orang.

BACA JUGA: POM Isi Ulang Minyak Goreng Telah Hadir di Kota Palu

Kepada sejumlah awak media, Kepala SMP Negeri 15 Palu, Hilmi, S.Pd, M.Pd, mengatakan, pihak sekolah telah melaksanakan seluruh tahapan penerimaan sesuai ketentuan Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 melalui jalur domisili (zonasi), prestasi, afirmasi, dan mutasi.

“Dari data sementara yang kami terima dari panitia, jumlah pendaftar baru mencapai 129 siswa dari seluruh jalur yang tersedia,” ujarnya kepada Filesulawesi.com, di ruang kerjanya, Sabtu (27/6/2026) siang.

Ia menjelaskan, sebanyak 118 siswa mendaftar melalui jalur domisili, tujuh siswa melalui jalur prestasi, tiga siswa dari jalur afirmasi, dan satu siswa melalui jalur mutasi.

Menurut Hilmi, belum terpenuhinya kuota penerimaan dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah wilayah domisili SMPN 15 Palu yang beririsan langsung dengan SMP Negeri 1 Palu dan SMPN 4 Palu.

“Opini masyarakat terhadap SMPN 1 Palu dan sekolah lainnya sudah sangat kuat sebagai sekolah rujukan. Dari berbagai kelurahan, banyak orang tua lebih memilih mendaftarkan anaknya ke sana,” katanya menjelaskan.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi terhadap pembagian wilayah domisili, agar lebih proporsional dan memberikan kesempatan yang lebih seimbang bagi sekolah-sekolah lain.

“Ke depan perlu ada intervensi dalam pembagian domisili yang diatur melalui SK berdasarkan kajian yang lebih professional, sehingga tidak hanya menguntungkan satu sekolah, tetapi juga sekolah lain, termasuk SMPN 15 Palu,” jelasnya menerangkan.

Selain faktor zonasi, Hilmi menilai dampak bencana alam 28 September 2018 juga masih memengaruhi jumlah calon peserta didik di wilayah sekitar sekolah.

Ia menyebut, kawasan Jalan Rajamoili yang menjadi bagian dari wilayah domisili SMPN 15 Palu, kini mengalami penurunan jumlah penduduk.

“Di sekitar Jalan Rajamoili, banyak rumah toko yang dipasang papan dijual. Artinya, banyak warga yang sudah tidak tinggal di kawasan tersebut. Kondisi ini sangat berdampak terhadap jumlah pendaftar melalui jalur domisili,” ungkapnya.

Meski demikian, Hilmi tetap optimistis kuota penerimaan masih dapat bertambah setelah proses seleksi di sekolah lain selesai.

“Misalnya kuota SMPN 1 Palu sudah terpenuhi sebanyak 352 siswa dan tidak bisa ditambah lagi, maka calon siswa yang belum lolos kemungkinan akan mencari sekolah lain yang masih berada dalam irisan zonasi. Kami berharap mereka dapat memilih SMPN 15 Palu,” pungkasnya.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *