PALU, FILESULAWESI.COM – Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sulawesi Tengah melalui Dinas UMKM dan Koperasi, terus mendorong lahirnya pelaku usaha baru sebagai upaya menekan angka pengangguran dan memperkuat perekonomian daerah.
BACA JUGA: Pendaftar SPMB di SMPN 2 Kota Palu Tembus 820 Siswa
Hal ini diungkap Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Sulawesi Tengah, H. Sumarno, SE, saat ditemui sejumlah awak media di ruangannya, Senin (29/6/2026).
BACA JUGA: Usai Kunjungan Gubernur, Delegasi Hainan Tinjau Potensi Pertanian dan Pendidikan di Sulteng
Menurutnya, program Wirausaha Baru merupakan salah satu program prioritas Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, yang menyasar lulusan SMA/SMK sederajat yang belum memiliki pekerjaan.
“Kami memiliki program Wirausaha Baru yang dicanangkan oleh Bapak Gubernur Sulawesi Tengah. Program ini diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang belum memiliki pekerjaan. Mereka kami arahkan agar tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Sumarno kepada redaksi Filesulawesi.com.
Ia menambahkan, peserta program akan mendapatkan pelatihan secara komprehensif, mulai dari manajemen keuangan, manajemen produksi, pemasaran hingga pengelolaan usaha.
“Kami memberikan pelatihan agar mereka memiliki bekal yang cukup untuk membangun usaha sendiri. Dengan begitu mereka tidak menjadi beban pemerintah, tetapi justru mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat lainnya,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pelaku usaha yang berhasil diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Keuntungan yang diperoleh nantinya diharapkan kembali diinvestasikan untuk mengembangkan usaha sehingga menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Untuk memastikan keberhasilan program, Dinas UMKM dan Koperasi Sulawesi Tengah juga melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan.
“Pelatihan-pelatihan ini terus kami pantau. Kami melihat perkembangan usaha mereka di lapangan dan melakukan pengawasan setiap periode agar usaha yang dirintis dapat berkembang,” katanya.
Program pelatihan Wirausaha Baru ini diberikan secara gratis dan terbuka bagi masyarakat. Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Wirausaha Baru yang telah disiapkan oleh pemerintah.
Pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan mencetak sekitar 2.000 wirausaha baru yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Program ini direncanakan terus berlangsung setiap tahun hingga 2029.
“Pelatihannya dilaksanakan secara bergilir di seluruh kabupaten dan kota. Minggu ini kami membuka dua kelas di Kabupaten Sigi, kemudian berlanjut ke Buol, Banggai, dan daerah lainnya hingga seluruh wilayah Sulawesi Tengah,” ungkap Sumarno.
Hingga akhir Juni 2026, pelaksanaan pelatihan telah menjangkau lima daerah, yakni Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Tojo Una-Una. Pemerintah optimistis program tersebut akan melahirkan lebih banyak pelaku usaha mandiri yang mampu menggerakkan roda perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan baru di Sulawesi Tengah.zal









