PALU, FILESULAWESI.COM – Animo masyarakat untuk mendaftarkan anaknya di SMP Negeri 2 Palu pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026, tahun ini terbilang sangat tinggi. Hingga Senin (29/6/2026), jumlah pendaftar telah mencapai 820 siswa.
BACA JUGA: Usai Kunjungan Gubernur, Delegasi Hainan Tinjau Potensi Pertanian dan Pendidikan di Sulteng
Kepala SMP Negeri 2 Palu, Erik Ruben, S.Pd, M.Pd, mengatakan seluruh berkas pendaftar terus melalui proses verifikasi. Meski masih terdapat sejumlah berkas yang ditolak, para calon peserta didik tetap diberikan kesempatan untuk memperbaiki persyaratan yang belum sesuai.
BACA JUGA: Big Match Brasil vs Jepang hingga Portugal vs Kroasia Siap Panaskan Fase Gugur Piala Dunia 2026
“Jumlah pendaftar hari ini sudah mencapai 820 siswa yang telah melakukan pendaftaran. Memang masih ada beberapa berkas yang ditolak, namun masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki persyaratan yang diperlukan,” ujar Kepsek Erik kepada redaksi Filesulawesi.com di ruang kerjanya, Senin (29/6/2026).
Erik menjelaskan, SMP Negeri 2 Palu hanya menyediakan kuota sebanyak 352 siswa yang akan dibagi ke dalam 11 Rombongan Belajar (Rombel).
Setelah tahapan pendaftaran selesai, proses akan dilanjutkan dengan verifikasi berkas, seleksi, hingga pengumuman hasil yang dijadwalkan pada 3 Juli 2026. Selanjutnya, peserta yang dinyatakan lulus wajib mengikuti proses pendaftaran ulang.
Dalam pelaksanaan SPMB berbasis sistem daring, pihak sekolah juga menghadapi sejumlah kendala teknis. Di antaranya masih ada orang tua yang tidak memiliki telepon seluler maupun akses internet yang memadai untuk melakukan pendaftaran secara mandiri.
Untuk mengatasi hal tersebut, panitia SPMB di SMP Negeri 2 Palu memberikan pendampingan dan membantu masyarakat melakukan proses pendaftaran di sekolah.
“Kalau ada orang tua yang tidak memiliki HP atau kesulitan mengakses internet, kami bantu melakukan pendaftaran agar kebutuhan mereka tetap dapat terpenuhi,” ungkap Erik.
Selain itu, kendala lain yang kerap ditemui adalah penentuan titik koordinat domisili calon peserta didik yang terkadang mengalami anomali atau tidak terbaca oleh sistem. Karena itu, pihak sekolah terus memberikan pendampingan kepada orang tua agar dapat menentukan titik koordinat sesuai lokasi tempat tinggal masing-masing.
Pihak sekolah berharap seluruh tahapan SPMB Tahun 2026 dapat berjalan lancar hingga proses pengumuman dan pendaftaran ulang selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.zal









