Festival 1000 Baki Salama Valangguni 2026 Resmi Dimulai

Festival 1000 Baki Salama Valangguni Tahun 2026, Jumat (6/11/2026), di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Talise, Kota Palu. FOTO: IST

PALU, FILESULAWESI.COM – Wali Kota Palu diwakili Camat Mantikulore, Risdianto Bahmid, secara resmi membuka Festival 1000 Baki Salama Valangguni Tahun 2026, Jumat (6/11/2026), di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Talise, Kota Palu.

BACA JUGA: Baznas Sulteng Dorong Mahasiswa Untad Palu Cegah HIV/AIDS

Bacaan Lainnya
Farid Podungge
Hari Santri
Kepala Dinas Sosial Kota Palu

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Jadi Kelurahan Talise Valangguni ke-12 Tahun 2026 dan menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus melestarikan adat dan budaya lokal.

BACA JUGA: Reses Erman Lakuana, Nomor HP Aktif 24 Jam Tampung Aspirasi Warga

Dalam sambutan Wali Kota Palu yang dibacakannya, Camat Mantikulore menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-12 kepada seluruh masyarakat Kelurahan Talise Valangguni.

Camat berharap, di usia yang masih muda ini, Talise Valangguni terus berkembang menjadi kelurahan yang mandiri, berbudaya, dan sejahtera.

Camat Risdianto juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival 1000 Baki Salama yang menurutnya bukan sekadar kegiatan kuliner, melainkan sebuah perayaan budaya dan identitas masyarakat Kaili.

Camat menjelaskan, Baki Salama merupakan warisan leluhur masyarakat Kaili yang mengandung nilai kebersamaan dan doa keselamatan.

Dalam tradisi tersebut, berbagai hidangan yang disajikan di atas baki menjadi simbol persatuan, silaturahmi, serta harapan agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, kesejahteraan, dan dijauhkan dari segala marabahaya.

Menurut camat, Kelurahan Talise Valangguni memiliki keunikan tersendiri karena tumbuh melalui proses rekonstruksi pascabencana.

Kawasan hunian tetap yang dahulu menjadi bagian dari upaya pemulihan masyarakat kini berkembang menjadi lingkungan yang penuh harapan dan semangat kebersamaan.

Semangat gotong royong masyarakat Huntap III, lanjutnya, merupakan kekuatan penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Nilai tersebut tercermin melalui penyelenggaraan Festival 1000 Baki Salama.

Lebih lanjut, camat menyebutkan tiga makna penting dari pelaksanaan festival tersebut. Pertama, sebagai upaya melestarikan adat dan budaya Kaili agar tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Kedua, memperkuat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat tanpa membedakan usia maupun latar belakang.

Ketiga, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kuliner tradisional, kerajinan, dan berbagai potensi ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kota Palu, ungkapnya, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan kebudayaan yang tumbuh dan digerakkan oleh masyarakat.

Camat berharap Festival 1000 Baki Salama dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan, sekaligus ikon budaya Kecamatan Mantikulore serta bagian dari kalender wisata Kota Palu.

Menutup sambutannya, camat mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati malam syukuran dengan penuh rasa syukur dan kegembiraan, seraya berharap Kelurahan Talise Valangguni senantiasa diberikan keselamatan, kemajuan, dan keberkahan.

Melalui Festival 1000 Baki Salama Valangguni Tahun 2026, tradisi leluhur diharapkan tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga terus hidup sebagai identitas budaya dan perekat persaudaraan masyarakat Kota Palu.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *