Alfian Chaniago Soroti Dugaan Kebocoran Distribusi Air PDAM dan Sulitnya Rekrutmen PT CPM

Anggota DPRD Kota Palu, Alfian Chaniago. FOTO: Mohammad Rizal/Filesulawesi.com

PALU, FILESULAWESI.COM – Anggota DPRD Kota Palu, Alfian Chaniago, menyoroti persoalan krisis air bersih yang dialami warga Hunian Tetap (Huntap) Tondo 1, Kota Palu.

BACA JUGA: Titik Hotspot Karhutla di Sulteng Menurun, Hujan Mulai Bantu Pemadaman

Bacaan Lainnya
Farid Podungge
Hari Santri
Kepala Dinas Sosial Kota Palu

Ia menduga adanya kebocoran dan penyimpangan distribusi air oleh oknum petugas di lapangan yang menyebabkan pasokan air kepada masyarakat berkurang.

BACA JUGA: Diduga BCA Lakukan Blunder Hukum, Objek Sengketa Hendak Dilelang

Persoalan tersebut disampaikan Alfian Chaniago, saat menggelar reses Anggota DPRD Kota Palu masa persidangan caturwulan III Tahun 2026, di Jalan Lagarutu, Lorong Dengello 2, Kelurahan Tanamodindi, Kota Palu, Senin (2/11/2026) sore.

Menurut Alfian Chaniago, warga yang sebelumnya dapat memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari melalui layanan PDAM Kota Palu, kini mengalami pengurangan pasokan air.

“Setelah saya menelisik, berjalan dan mendapatkan informasi, saya juga sesalkan. Ternyata banyak anggota atau petugas PDAM di lapangan yang membocorkan air itu sehingga tidak cukup untuk dialiri ke masyarakat,” ungkap Alfian kepada redaksi Filesulawesi.com.

Ia menduga, air yang seharusnya disalurkan kepada masyarakat justru dialihkan melalui sambungan-sambungan baru yang dibuat di bagian atas jaringan distribusi.

“Dibocorkan ke mana? Tentu mereka bocorkan, membuat intek-intek baru di atas sehingga air itu tidak cukup lagi dialiri ke masyarakat,” urainya.

Alfian mengatakan, persoalan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut. Ia juga menyinggung dugaan persoalan yang berkaitan dengan kolam-kolam dan menyatakan akan menyampaikan masalah itu melalui PDAM Kota Palu.

“Kalau saya mau berbicara terlalu dalam, mungkin sebagian dari bapak-bapak yang hadir di sini paling tahu maksud saya. Pasti tahu, dan pasti ada yang tahu. Cuma tidak usah berbicara terlalu jauh sampai ke sana. Tentu masalah berkaitan dengan kolam-kolam. Nanti ini kita akan sampaikan lewat PDAM,” pungkasnya.

Soroti Rekrutmen Tenaga Kerja PT CPM

Selain persoalan air bersih, Alfian juga menyoroti sulitnya masyarakat Kota Palu mendapatkan pekerjaan. Menurutnya, kebutuhan lapangan kerja masih menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian, terlebih jika angka pengangguran terus meningkat setiap tahun.

Ia secara khusus menyampaikan kekecewaannya terhadap proses rekrutmen tenaga kerja di PT Citra Palu Minerals (CPM). Alfian mengaku, bahkan sebagai anggota DPRD, dirinya mengalami kesulitan ketika membantu masyarakat yang ingin melamar pekerjaan di perusahaan tersebut.

“Saya sebenarnya sesalkan dalam hal ini PT CPM, dalam hal rekrutmen tenaga kerja. Kita saja yang sebagai Anggota DPRD, orang minta tolong lewat kita, yang nyata-nyata orang yang kita kenal, cuma mau masuk bekerja jadi cleaning service, itu susahnya minta ampun,” bebernya.

Ia menegaskan, kesulitan tersebut bukan hanya dirasakan oleh pelamar yang mengincar jabatan tinggi atau posisi tenaga ahli, tetapi juga mereka yang ingin bekerja pada posisi operasional.

“Cleaning service, bukan tingkat manajer, bukan tingkat tenaga ahli. Mau masuk sebagai security, yang berdiri di pinggir jalan, kena panas, kena debu, susahnya minta ampun. Sekelas saya saja susah untuk memasukkan orang ke sana, apalagi bapak-ibu yang mau mendaftar ke sana (PT CPM). Saya juga heran,” sesal Alfian.

Alfian berharap, persoalan ketenagakerjaan tersebut menjadi perhatian, sehingga masyarakat Kota Palu memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh pekerjaan.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap persoalan mendasar masyarakat, mulai dari pemenuhan kebutuhan air bersih hingga akses terhadap lapangan pekerjaan.zal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *